Selasa, 03 April 2012

Confession

Apa yang lebih melegakan dari jujur terhadap diri sendiri?


Kamu tersenyum lebar menjawab binaran mataku. Tak segan meraih pundakku, lalu memeluk dengan suka cita. ah masih sehangat dulu. Beberapa saat aku menikmatinya. Pelukan yang sempat menjadi milikku lalu menghilang begitu saja.

"Now tell me who is he?" Tanyamu masih memelukku. Senyumku melebar, pipiku merona. Aku masih meringkuk dalam pelukmu.

"Hei, jawab..." Katamu, tak sabar. "Siapa pria yang mengisi puisi-puisi cinta dalam tulisanmu, melengkungkan senyuman di setiap bbmu berbunyi, siapa pria yang membuat pelangi di matamu?" Lanjutmu, mengadahkan kepalaku. Membuat wajahmu hanya beberapa senti dari wajahku. "Dia ya?" Kamu terus menginterogasiku. Aku mengangguk malu. Lalu menelusup lagi ke dalam dadamu.

Kucoba meredam debaran jantungku dengan memelukmu. Takut jika getarannya memuncah lalu tak terkontrol dan meledakan kita berdua.

Kamu terus mendekapku, menciumi rambutku. "Are you happy now?". Aku mengangguk. Kamu menyandarkan dagumu pada bahuku, membisikan kalimat yang tak kuduga. "Maafin aku ya, pernah menyia-nyiakan kamu."

Serrrr. Hatiku rasanya meleleh. Jantung yang sedari tadi berdegup kencang tiba-tiba saja melaun. Air mataku mengalir. Tak percaya kamu mengatakan itu. Pelukanku melemah.

Kamu mencium lembut dahiku. Lagi-lagi aku melemah dibuatmu. Kusandarkan pipiku pada bibirmu. Lalu kutatap matamu, dengan tatapan yang selama ini kusembunyikan. Semua sakit hatiku, rasa kecewa, cemburu, rindu...

"Apakah aku sebajingan itu?" Tanyamu melihat semua pengakuanku. Air mataku meleleh, menjawab semuanya.

Semua kepura-puraan kusingkirkan, kalimat "I'm ok", "iya gpp" dan seluruh rasa dan tingkah denial yang terus kupupuk semua sirna.

Kupejamkan kedua mataku, kupagut manis bibirmu. Menagih semua rasa yang sempat teralir.

Begitu hangat. Begitu dalam.

Lalu kamu mengusap air mataku. Mencium keningku. Kini aku benar-benar memaafkanmu.

Sekarang aku akan melangkah bersama kekasih baruku.

Dan cerita tentangmu akan berakhir di tulisan ini.

Rabu, 28 Maret 2012

Berseri di Pulau Pari


perjalanan from Muara Angke to Pulau Pari

begitu sampai, dikasih pemandangan seperti ini

ini homestaynya 


sepeda tanpa rem :))


ngeledekin apa gak tau deh :)))










siap-siap snorkeling

@neena_gober siap2 nyemplung

gegayaan dulu sebelum "kapal oleng kapten"

barbeque di dermaga




















menuju senja
salah satu jalan menuju private island





beautiful day
nunggu sunset









Sudah berapa lamakah kami berteman? kalo menjawab tahunan, kamu salah. Kami dipertemukan di trip ini.


perfect sunset
happy!

mendadak model



makan angin dulu di dermaga sebelum barbeque

ruangan dalam homestay









nikmat mana yang kamu dustakan



pantai pasir perawan

Sunrise :)

sepedahan keliling pulau

jump na9a jump!







am i in heaven?

udah gosong nih hahahaha


don't follow me you paparazzi!
tiba-tiba nemu ini, agak scary ya bo!

blue team


sayang banget lah kalo gak tanning

gimana gak dimanjain coba ini mata?


the saddest part, ketika gedung-gedung pencakar langit sudah mulai tampak.. Jakarta, kami pulang.



i'm gonna miss you all <3







thank you penina, penny, satrio, ismail and daniel for the great vacation :)

source: @faannniiii_ @neena_gober @ismailsiddiq

Minggu, 25 Maret 2012

Menyepi Di Pulau Pari Yang Ternyata Tidak Sepi

Long weekend pas ada libur Hari Raya Nyepi 23 - 25 Maret ini gw bersama @neena_gober akhirnya kesampaian juga untuk liburan. Gak jauh-jauh, masih di sekitaran Kepulauan Seribu, dengan mengontak @lagunatrip kami bisa jalan-jalan murah meriah. :)

Pulau Pari jaraknya sekitar 2 jam dari Dermaga Muara Angke dengan menggunakan kapal. Tips gw kalo ke Muara Angke pakailah masker, karena bau amisnya menyengat :p

Kita mulai perjalanan sekitar jam 8 pagi. Satu kapal isinya kurang lebih 50 orang. Masih sesuai dengan kapasitas. Kalo liat kapal lain sih sampe desek-desekan banget, kalo kapal yang kita tumpangin udah disewa sama travel agent kita jadi pas.

Gw saat berangkat masih pake simcard @axisGSM, sinyal masih full sampe +/- perjalanan 1 jam di tengah laut. Setelah itu hanya tanda SOS. Gw masih berharap mungkin nanti kalo udah sampai di pulau sinyalnya ada lagi. Ternyata sampai di darat tetep gak ada sinyal.

Untungnya di homestay ada jualan pulsa dan simcard. Gw ganti ke @telkomsel. Sinyal full, bbm-an lancar, browsing dan twitteran juga lancar.

Paket yang ditawarkan travel, 350rb/person sudah termasuk kapal from Muara Angke, homestay, makan, sepeda dan alat snorkeling. Pokoknya tinggal bawa baju dan kamera.

Buat yang punya kamera, mau pocket atau SLR wajib bawa karena sayang banget kalo gak diabadikan. Tapi bawa BB gak kalah penting karena tiap abis jepret bisa langsung diupload atau dijadiin DP bbm dan bikin orang-orang iri. Hahahahhahaa *evil laugh

Pulau Pari sangat tertata rapi. Rumah-rumah penduduk dijadikan homestay, jalanan cukup enak untuk sepedahan keliling pulau. Orang-orangnya ramah, sepertinya mereka sudah terbiasa menerima tamu jadi kita bisa ngobrol dengan mereka dengan nyaman.

Fasilitas air bersih juga terjamin, motor cuma ada beberapa, gak ada mobil, yang ada motor apa tuh yang ada kayak tempat barang yang biasa untuk jualan siomay. Motor kaisar atau triseda gitu deh. Motor itu dipakai untuk ngangkut tamu yang capek sepedahan/jalan. Tergantung grup aja sih itu mah. Gw sendiri prefer naik sepeda. Sepeda ada dimana-mana. Gratis. Walaupun tetep aja gak enak kalo ngambil punya grup travel lain. Jadi mending pakai yang disediain travel/grup karena pasti cukup kok. Pilih aja dulu yang paling enakeun sepedanya.

Gw ambil paket yang 2D1N. Nyampe pulau sekitar jam 10 pagi. Jam 11 dikasih makan, lalu istirahat. Kebetulan hari Jumat dan homestay gw deket mesjid jadi yaaaa bisa liat cowok-cowok ganteng calon penghuni surga dulu laaaah :p

Jam 1 kita mulai naik kapal untuk snorkeling. Berhubung hari itu cuaca kurang bersahabat, anginnya cukup kenceng jadi kita cuma snorkeling di 2 spot aja, Snorkelingnya capek banget karena kita lawan angin kaaan. Tapi seru banget! Satu kapal masih diisi dengan orang-orang yang sama ketika bernagkat dari Muara Angke. Jadi kita itu 1 travel tapi dibagi lagi jadi beberapa grup. Ada yang 1 keluarga beserta anak-anaknya, ada bocah cewek sekitar 4 tahunan yang tanpa takut berenang aja gitu di tengah laut. Salut deh. Kebetulan kita ini kebanyakan bareng ama rombongan keluarga. Oom, tante dan koko gitu. Tinggal serumah juga gabung mereka. Orangnya baek-baek bener deh. Gw kira mereka ini 20 orang (yang terbagi di 2 homestay) satu keluarga besar, ternyata mereka itu temenan SMA. Ihhh asik bener yah, udah pada berumur tapi masih seru-seruan ama temen sekolahnya.

Kalo cuaca bagus, bisa dapet ampe 4 spot snorkeling. Pulau Tikus, trus pulau-pulau lain disekitarnya juga bisa dikunjungi. Karang dan ikannya bagus-bagus katanya. Cuma sayang, karena agak surut jadi kita gak bisa kesana. :(

Pulang snorkeling sekitar jam setengah enam sore kita langsung sepedahan ke arah pantai LIPI untuk ngejar sunset. Daannnn aslinya keren bangetttttt. Letak pantai yang luas menghadap barat, memanjakan mata untuk melihat sunset dengan sempurna. Subhanallah.

Kita sempet main-main sebentar di pantainya sebelum akhirnya gelap dan perut yang sudah minta diisi. Balik ke homestay, makan malam udah disiapkan. Nasi+sop+cumi+kerupuk+sambel. Enyak.....

Sekitar jam 8 kita dipanggil lagi ke deket dermaga untuk barbeque. Wihhhhhh asik bener deh! Dengan bintang yang bertaburan di langit, angin dan pasir pantai yang khas, deru ombak... *pacar mana pacar*

Ikan ronang dan kedong-kedong disiapkan oleh panitia. Pokoknya kita mah tau beres aja. Tinggal makan doang hahahhahahaaa. Oya kedong-kedong itu sejenis siput, bentuknya (setelah disate) mirip sama cumi, hanya lebih kenyal dan alot. Disuguhin dengan sambel kecap, maknyoosssss. *jadi ngiler lagi deh gw*

Balik ke homestay udah ngantuk berat, rencananya subuh kita mo ngejar sunrise. Jam 5 pagi setelah shalat shubuh kita langsung ke sepedahan ke arah dermaga, ambil spot paling bagus dan TARAAAAAAA lagi-lagi mata kitra dimanjakan oleh fajar yang terbit di ufuk timur. Foto-foto wajib hukumnya!

Balik ke homestay udah disediain lagi aja sarapan. Nasi goreng+mie+telor ceplok. Kenyang dah. Lalu kita lanjut ke Pantai Pasir Perawan. Aslinyaaaa itu pantai bagussssss bangetttttttt. Bersih, indah, gak banyak orang, ada yang jualan kelapa dan makanan, banyak saung-saung, ayunan, ada juga sampan yang bisa kita sewa untuk agak ke tengah laut. Lautnya tenang, pasirnya putih, ada beberapa pulau kecil yang kelihatan dari situ.

Sekitar jam setengah sebelas, Mas Beno (koordinator grup) nelpon karena kita harus segera naik kapal pulang. Jam sebelas kita niggalin pulau dan balik ke Jakarta. Sekitar jam 1 sudah sampai di Muara Angke.

Dua hari yang sangat menyenangkan buat gw. Puas, kenyang, happy.

Foto-foto akan gw share di postingan selanjutnya ya. ;)

Kamis, 22 Maret 2012

Pada Sebuah Bahu

Pada sebuah bahu yang dulu begitu hangat
Milik seorang sahabat

Bahu yang dulu menjadi tempatku bersandar
Tanpa perlu kata terjabar

Dimana jemari menelusup ke balik rambut
Lalu diusapnya dengan lembut

Tak hanya menyandarkan kepala
Tapi juga hati dan jiwa

Menahan air mata yang jatuh langsung ke bumi
Kadang terhapus saja di lengan kami


Bahu yang lalu membeku
Begitu dingin menelusup kalbu

Mendorongku menjauh
Lalu bersikap tak acuh

Mengajarkanku berdiri seorang diri
Menapaki tanya dalam misteri

Ketika air mata melawan kuat gravitasi



Waktu berlalu

Bahu yang sama kini sudah mencair
Kebekuan sudah berakhir

Hangat kembali
Seperti dulu lagi



Meski kini bukan aku
yang bersandar disitu

Senin, 19 Maret 2012

Bagaimana Aku Tak Jatuh Hati

Kamu menarikku dari keasikan dalam menapaki kepedihan tak berujung

Membiarkan airmataku membasahi kemejamu ketika aku bersandar di pundakmu

Melingkarkan tanganmu ke pinggangku lalu menerbangkanku di antara bintang-bintang

Kamu hapus hujan air mataku, menggantinya dengan pelangi dalam sunggingan senyumku


Bagaimana aku tak jatuh hati padamu?

Minggu, 18 Maret 2012

cita-cita

Saya bukan orang yang punya pendirian kuat dalan hal menentukan cita-cita oke, dalam beberapa hal lain juga
Waktu SD ketika teman-teman saya bercita-cita menjadi doktor, pilot dan insinyur, saya sama sekali tidak tertarik. Pertama, setiap bulannya saya selalu ke dokter. Catat, selalu. Kalo kata orang sunda mah ririwit. Adaaa aja alasan untuk nemuin dokter Azhali atau dokter Tony. Maka sering jugalah saya mengkonsumsi obat. Saya bukan orang/anak yang pintar minum obat. Harus ada baku hantam, derai air mata juga teriakan-teriakan sebelum akhirnya sesendok obat masuk ke mulut dan seringkali keluar lagi. Hoeks. Makanya, saya benci dokter. Saya gak mau jadi dokter. Dokter itu berhubungan dengan obat. Obat itu pahit dan bau. Sekian.

Pun dengan pilot. Saya ini sampai sekarang takut ketinggian. Jadi waktu kecil gak pernah kepikiran untuk jadi pilot yang mana bekerjanya harus di udara.

Apalagi insinyur. Bahkan saya dulu gak ngerti insinyur itu apa. (ˇ_ˇ!!)

Jadi apa cita-cita saya ketika SD? Jadi arsitek. Lebih tepatnya desainer interior. Tapi karena dulu saya gak ngerti, saya menasbihkan di setiap diary atau buku profil teman-teman, bahwa cita-cita saya adalah arsitek. Sepertinya seru dan menyenangkan bisa mendekorasi rumah, furniture, cat tembok dll. Hasilnya, ketika skripsi saya bisa menghabiskan 20 jam sehari untuk main the sims. Bikin rumahnya aja.

Beberapa waktu cita-cita saya berubah, masih SD juga. Saya lalu bercita-cita menjadi fashion desainer. Saya sampai punya buku besar untuk saya menggambar model-model baju. Walaupun jauh dari bagus tapi lumayanlah menurut saya. Hasilnya, beberapa tahun belakagan walaupun tidak pernah diseriusi atau dilatih, saya mendesain baju lebaran dan beberapa dress juga kemeja untuk diri saya sendiri. Oya juga kebaya untuk saya dan beberapa orang. Tentu aja gambarnya asal-asalan. Untunglah, penjahitnya mengerti dengan coretan-coretan saya.

Masih di saat SD cita-cita saya berubah lagi. Kali ini ingin menjadi pembawa berita. Saya merasa desi anwar, dana iswara dan ussy karundeng adalah wanita-wanita hebat yang tahu segalanya. Dulu mana saya tahu ada yang namanya text berjalan di samping kamera. Duh apa sih tu namanya..

SMP-SMA saya gak punya cita-cita yang spesifik. Saya cuma pengen jadi pegawai BUMN aja deh. Kerjanya kayaknya gak repot, tapi gak leyeh-leyeh juga, tapi dapet pensiunan. Sederhana sekali.

Sebenarnya ada cita-cita yang dari SD sampai sekarang masih terharap sih. Jadi penari. Penari tradisional. Bali atau sunda. Saya adalah seorang penari. Penari bali juga penari sunda. *pamer jari lentik*. Ada kebahagiaan tersendiri ketika saya menari. Sayang, kegiatan menari saya berhenti hingga kelas tiga SMP. :|

Menjadi mahasiswi di FISIP gak jua bikin saya punya cita-cita spesifik (yang berhubungan dengan mata kuliah yang saya ambil). Saya masih bercita-cita palingan jadi pegawai BUMN. Atau menjadi pegawai di perusahaan asng. Cita-citanya cetek. Jadi pegawai, bukan bos. (⌣́˛⌣̀"!)
Iya, saya pengen jadi wanita karier di salah satu perusahaan asing. Mungkin perusahaan jepang, kantornya di gedung bertingkat, di lantai 10 atau 13. Dan subhanallah, hal tersebut kesampaian. Sampai ke detilnya.

Setahun setelah saya bekerja di situ saya mulai belajar menulis. Awalnya cuma curhat-curhat, lalu membuat fan fiction. Yaitu cerita berdasarkan suatu film. Jadi ngarang-ngarang git deh. Misalnya film superman, nah saya bikin ceritanya versi saya, tokohnya pake tokoh yang ada di film superman tapi jalan ceritanya saya mengarang. Karena saya dulu ngefans dengan lex luthor jadi saya bikin dengan tokoh utamanya lex luthor, clark kent cuma jadi peran pembantu hehehee.
Lalu saya juga mulai bikin cerpen, naro di blog lama. Banyak yang komen jadi semangat. :p Lalu ada juga yang diposting di notes facebook. Lama kelamaan mulai nulis puisi-puisian. Sajak-sajakan. Hehehehe

Sampai akhirnya saya punya cita-cita untuk jadi penuis. Gak usah kerja ke kantor. Gak usah ngadepin bos yang marah-marah, klien yang ngomel-ngomel, temen kerja yang gak asik. *eh malah curcol :p dulu itu duluu

Dan sekarang saya malah asik ngetik, padahal udah hampoir jam 1 pagi. Udah hari senin.

Ok, saya istirahat dulu. Mudah-mudahan cita-cita saya tercapai. Aminnya please :)

elegi patah hati

Aku tak mengerti, mungkin sudah menjadi hobi mengejar sesuatu yang tak pasti.

Aku tak paham, mungkin sudah menjadi kebiasaan bercinta dalam diam.

Menyadari tak dapat kuraih
Kini aku baru mengerti apa artinya perih.

Menyadari kamu tak kudapat
Kini aku baru mengerti tentang genggaman erat

Lalu aku kan tertidur
Dengan rasa yang harus terkubur.



Dan kau takkan lagi menghibur.