Maaf aku baru menemukan suratmu,
Surat tiga tahun yang lalu
Tak kusangka, reaksiku akan setenang ini
tak ada gelombang besar
hanya sedikit riak
sedikit sekali
Tak ada yang berubah setelah kubaca surat ini
kamu sudah di sana
dan aku masih melangkah seperti yang kau lihat dulu
Ada sedikit lega,
ternyata dulu bukan hanya aku
Syukurlah
Kita sudah cukup bersenang-senang
kini sudah saatnya berbahagia
Selasa, 26 Januari 2016
Jumat, 06 Maret 2015
Bucket List
Beranjak dewasa saya mulai punya bucket list. Maklum sebagai
putri satu-satunya, Ayah dan Mamah agak over protective dengan tidak
mengizinkan saya main keluar rumah. Hehe. Alhamdulillaah, beberapa sudah
tercapai.
[-] Naik Mercusuar di Belitong [√]
[-] Nginjek Pantai Kuta – Bali [√]
[-] Snorkeling di Pulau Seribu [√]
[-] Berjemur di Gili Trawangan [√]
[-] Caving Goa Pindul – Gunung Kidul [√]
[-] Waisak di Borobudur [√]
[-] Megang Ka’bah [√]
[-] Menikmati Sunrise di Bromo [√]
[-] Foto di Museum Angkut/Movie Star – Batu [√]
Berarti PRnya masih banyak yes, di antaranya:
Ngadem di Ubud, ke Dataran Tinggi Dieng, Derawan, Aceh, Wakatobi, Raja
Ampat, Ora Beach, Kuliner di Bukittinggi, Medan, Jalan-jalan ke Thailand, Jepang,
Korea, London, Milan, Paris, New York……..
Ngayal aja dulu, siapa tahu dikabul Tuhan.
:)
Senin, 23 Februari 2015
Tak Kunjung Move On #Trip
Hore Liburan!
Berkedok undangan di Surabaya,
daku dan 16 orang teman (IYA ENAM BELAS) termasuk seorang anak kecil lucu
menggemaskan berumur satu setengah tahun bisa jalan-jalan selama 5 hari, bahkan
ada yang curi start jadi 6 hari, di Surabaya, Malang, Batu dan Bromo. Iya
Bromo, gunung yang dari kapan tau pengin aku datengin!
Perjalanan dimulai di Rabu pagi
tangal 18 Februari 2015 dari Bandara Husen Sastranegara menggunakan Lion Air. Dan
sepertinya Lion Air terakhir sebelum delay parah-parahan itu. Kami cuma delay
sejam aja, yang harusnya berangkat jam 6 malah jadi jam 7, yaudahlahya, ngerti
banget kita mah orangnya..
Meeting Point sama teman-teman
lain di Bandara Juanda sekitar jam 9 pagi. Empat teman yang curi start duluan
dengan datang di hari Selasa menjemput dengan Long Elf. Tak lupa mengabari
selalu manusia yang kami jadikan alibi atas usahanya menikah di Surabaya
sehinga kami ada alasan untuk cuti ke kantor. Envy! Itu respon yang selalu kami
dapat setiap posting foto ke grup. Ya gimana gak bikin envy cobak, bisa jalan
ama temen-temen kuliah which is itu udah lebih dari sepuluh tahun, banyakan, cukup
lama pulak! Ya biasanya palingan weekend doang kan, nah ini dari Rabu ampe Minggu.
Hihihihihi!
| macet? selfie lah! |
Pemberhentian pertama adalah RM Bu
Kris di Pandaan pas makan siang, lalu kita melanjutkan ke Malang untuk belanja
kebutuhan bersama di Vila seperti camilan, mie instant, air mineral dll. Setelah
itu lanjut ke Bakso Bakar yang ada di Pahlawan Trip-Malang. Oiya, seperti biasa
untuk ngetrip kami menyewa mobil (yang kali ini berupa long elf) beserta supir
dan bbm. Gak pake paket-paketan wisata gitu. Itinerary diserahkan sepenuhnya
kepada salah satu anggota gank yang bekerja di Kementerian Pariwisata. Cucok khan?
Setelah mampir sana-sini, kena
hujan dan banjir akhirnya kami sampai di Villa Bagus – Batu sekitar pukul 5
sore. Villanya bagus banget, sesuai dengan namanya. Terletak tak jauh dari
tempat wisata Paralayang, jadi kalau sedang nongkrong di balkon, bisa lihat
orang terbang-terbang gitu.
![]() |
Lepas Maghrib kami bergerak ke
Batu Night Spectacular. Sebuah taman bermain yang tidak jauh dari Vila. Cukup banyak
wahana yang seru dan spot menarik untuk foto.
Esok harinya kami berwisata ke
Batu Secret Zoo, yang gak jauh juga dari Villa. Awalnya agak underestimate gitu
untuk jalan ke Kebun Binatang. Tapi ini bukan sekadar Kebun Binatang biasa. Dari
bentukan luarnya aja udah ajaib. Dalemnya? Lebih ajaib. Butuh seharian penuh
untuk bisa menyelesaikan perjalanan di Batu Secret Zoo. Karena? Karena GUEDE
BANGET dan BANYAK WAHANANYA. Kalau dulu mikir Zoo hanya untuk anak-anak study
tour, setelah ke sini pikiranku mendapat pencerahan bahwasannya Zoo bisa
didatangi oleh abege macam kami.
![]() |
| ngasih makan shanti |
Sekitar Maghrib kami memutuskan
untuk kembali ke Villa dan mengubah sedikit jadwal. Hujan turun sangat deras,
kaki bengkak karena kebanyakan jalan maka rencana ke Museum Angkut ditunda
sementara waktu. Oiya untuk menghindari kecapekan berlebih pada otot betis,
daku sarankan untuk menyewa e-bike. Semacam scooter/sepeda listrik yang bisa
dipakai berkeliling. Harganya 100ribu rupiah.
Bukan tanpa pertimbangkan kami
tunda jalan-jalan ke Museum Angkut. Malam ini adalah perjalanan ke Bromo. Jadi kami
harus siapkan fisik dong ya.
Tim Lisser Adventure menjemput
pukul 12 malam. Ciaobella and the gank bergerak menggunakan dua Trooper ke arah
Tumpang. Melewati hutan di tengah pekatnya malam..gak, gak aku gak takut. Gak. Gak
salah lagi. Untungnya Bang Ipul yang ada di kemudi bisa dicengin.
Langit tanpa polusi cahaya adalah
salah satu atraksi pertama yang kami dapatkan. Daku mendongak ke luar jendela,
bintang serasa bisa dijangkau. Apa yang dilihat mata gak bisa dibandingkan
dengan yang ditangkap lensa kamera. Kukeluarkan tangan. Menyapa angin malam. Ah,
syahdu.
![]() |
| sunrise |
![]() |
| spot rahasia |
![]() |
| kemudian daku cedera |
Karena keterbatasan waktu, pukul
9 pagi kami harus segera kembali pulang ke Villa. Paket tour Bromo ini termasuk
mengantar kembali ke tempat awal loh. Jadi walaupun ke Batu, tetap diantar.
Gak drama ya gak seru. Jam setengah
dua belas kami ditelepon pengurus Villa supaya segera check out. Lha ya kami
masih di Malang piye…. Menurut teman yang stay di Villa barang-barang harus
sudah disiapkan di luar kamar. *PANIK*
Sesampainya di Villa sekitar
pukul setengah satu, pengurus berulang kali minta maaf karena adanya tamu yang
akan mengisi jadi mereka harus segera membereskannya. Buru-buru mandi dan
packing terus urus ini-itu. Jam setengah dua, setelah ngumpulin nyawa, dandan
dan briefing kami bergerak ke Museum Angkut. Tempat yang daku kecengin selain
Bromo.
Bukan Cuma ada alat transport aja,
di sini ada tema-temanya juga. Agak sedikit mirip Madam Tussauds gitu. Cocok untuk
para abege dengan tingkat kenarsisan di atas batas wajar.
Menjelang Maghrib kami bergerak
ke Surabaya. Tapi baru nyampe Gempol kok ya gak gerak-gerak. Matot. Macet total.
Stuck kayak hubungan kita gitu, Mz.
Nyampe hotel di Surabaya jam
sepuluh malem. Capek dan laper. Yang menang? Ya laperlah! Mas driver mengantar ke
salah satu pusat jajanan di…entahlah saking lelahnya aku lupa.
Drama Villa di Batu kayaknya
masih kurang, Sabtu siang ditambahkanlah drama pindah kamar hotel di Surabaya. Seru tiada duanya! Bingung
antara mau pindahan dulu, mandi, atau makan. Kali ini yang menang adalah mandi.
Karena kita habis jalan cari oleh-oleh dan you know lah Surabaya panasnya kayak
lihat mantan nikah duluan yes.
Habis pindahan kamar, makan dan
dandan kami segera ke Masjid Al Akbar untuk menghadiri akad nikah. Oiya, kalau
ada acara di sana jangan lupa untuk pakai baju tertutup. Ada sih kerudung yang
bakal dipinjamkan, tapi daku sarankan untuk membawa sendiri saja.
Acara berlangsung khidmat, kami
harus kembali ke hotel karena resepsi baru dimulai malam hari dan belum pakai
kebaya yang disiapkan. Tiba-tiba BYUR hujan gede banget-banget. Udah kayak
tangisan hati seseorang yang ditinggal kawin lah malih! Lepas heels dan lari
menuju mobil sambil hujan-hujanan. Bodoamaaat. LoL.
| puncak alibi |
Minggu siang kami kembali ke kota
masing-masing. Ke hati masing-masing.
| pulang ah, masa liburan mulu! |
What a great trip gaes! Love ya!!
Trip yang bikin Tak Kunjung Move On
Jumat, 31 Oktober 2014
28 Tahun yang Menyenangkan
Menimbang dan menilik kehidupan selama 28 tahun terakhir
ini, rasanya gak ada kata yang lebih pas selain Alhamdulillaah.
Keluarga yang bahagia, teman-teman yang menyenangkan,
pekerjaan yang baik..
Kesehatan dan rezeki yang mencukupi…
Memang masih banyak pe-er yang ingin dilengkapi selama jadi
manusia di bumi ini. insyaaAllah semua akan berjalan dengan baik di tahun-tahun
berikutnya.
Menurut cerita Mamah dan Ayah, daku gak keluar-keluar setelah 3 hari Mamah di RSHS saat itu dan akhirnya terpaksa divakum pada jam 1 pagi tanggal 1 November.
Usia boleh bertambah tapi mental kayaknya masih terjebak di angka 19.
Selamat datang usia 29, semoga daku masih bisa menyapa lagi
di usia-usia selanjutnya.
Ciaobella!
Jumat, 22 Agustus 2014
terlatih patah hati
tenang saja sayang, kali ini tidak akan terlalu sakit
bukankah ini untuk kesekian kalinya dia mematahkan hatimu?
oh, kali ini dia memporak-porandakan hatimu ya?
aduh bagaimana dong?
tetap bisa bangkit lagi kan kali ini?
..........
ayolah, aku bisa melihat sedikit senyum yang bisa kamu tunjukkan kepada mereka
aku tak suka melihatmu seperti mayat hidup seperti itu
kamu tunjukkan kalau kamu perempuan hebat
perempuan kuat
oh, jadi kali ini kamu ingin dia menyadari kalau kamu sakit dengan kondisi seperti ini
ya salah kamu juga sih kenapa selama ini kamu bersikap seolah tidak apa-apa
aduh, maaf
bukannya aku jadi menyalahkan kamu
..........
mendingan kamu menulis lagi
bukankah kamu produktif ketika patah hati?
aku suka sekali tulisan-tulisan patah hatimu
..........
hei, bukankah kamu sudah terlatih patah hati?
bukankah ini untuk kesekian kalinya dia mematahkan hatimu?
oh, kali ini dia memporak-porandakan hatimu ya?
aduh bagaimana dong?
tetap bisa bangkit lagi kan kali ini?
..........
ayolah, aku bisa melihat sedikit senyum yang bisa kamu tunjukkan kepada mereka
aku tak suka melihatmu seperti mayat hidup seperti itu
kamu tunjukkan kalau kamu perempuan hebat
perempuan kuat
oh, jadi kali ini kamu ingin dia menyadari kalau kamu sakit dengan kondisi seperti ini
ya salah kamu juga sih kenapa selama ini kamu bersikap seolah tidak apa-apa
aduh, maaf
bukannya aku jadi menyalahkan kamu
..........
mendingan kamu menulis lagi
bukankah kamu produktif ketika patah hati?
aku suka sekali tulisan-tulisan patah hatimu
..........
hei, bukankah kamu sudah terlatih patah hati?
Rabu, 06 Agustus 2014
#tbt Trip Gua Hiro
Sedari malam, pembimbing utama mengingatkan saya untuk
istirahat lebih awal. “Kita berangkat jam empat pagi!”.
Rencananya di hari terakhir ini kami akan hiking ke Gua
Hiro. Jangan bayangkan Gua Hiro seperti gua yang kita tahu selama ini,
berbentuk terowongan panjang dan gelap gulita. Gua hiro hanyalah berbentuk
tumpukan batu-batu besar yang berada di puncak Jabal Nur. Makanya tadi saya
bilang kalo kami ini akan hiking di Gua Hiro. Dua ribu lima ratus feet. Silakan
konversikan ke satuan yang lebih kamu pahami. Yang pasti itu adalah gunung
tertinggi yang saya daki.
![]() |
| hiking subuh-subuh masih gelap, belum tau kalo gunungnya setinggi ini |
Shalat Shubuh dilaksanakan di kaki gunung. Masjid kecil yang
kurang terawat dan tidak ada air. Untunglah
pembimbing sudah mengingatkan kami untuk berwudhu di hotel sebelum berangkat.
Sesuai jadwal pakaian yang saya buat, -iya saya bikin jadwal pakaian selama 11 hari perjalanan di Tanah Suci
hari itu jadwal saya memakai celana hareem dan kaos oblong. Cocok untuk
beraktivitas di luar. Yang saya luput adalah alas kaki yang dipakai, saya
memakai sandal jepit dan kaos kaki seperti kebiasaan selama umrah. Hasilnya? Saya
terseok-seok di jalanan berbatu karena kaos kaki dan sandal jepit bukan padanan
yang pas. Licin cyn. Akhirnnya saya lepas kaos kakinya dan mulai menapaki
titian batu sampai ke puncak.
Tas punggung yang berisi makanan, dompet, gadget saya lempar
ke teman serombongan. Bawa diri sendiri aja gak kuat, apalagi harus bawa beban
tambahan. Pengalaman naik turun 5 lantai hotel ketika di Madinah lumayan
menjadi latihan. Bukan, bukan karena hotel di Madinah tidak ada lift tapi lift
selalu penuh dan saya gak tega hati kalo harus berebut dengan sepuh-sepuh. Setelah
berkali-kali ngangis dan muntah saking capeknya, akhirnya saya sampai di puncak
Jabal Nur.
Subhanallah. Bangga, haru dan entahlah campur aduk rasanya
bisa sampai ke puncak. Fajar baru terbit, dan itu adalah salah satu momen
terbaik yang pernah saya dapatkan.
![]() |
| KECE BERAT KAAN? |
Setelah istirahat dan memakan bekal, pembimbing mengajak kami sedikit turun ke sisi lain gunung untuk masuk ke Gua Hiro. Tidak terlalu jauh namun cukup curam. Ada sebuah batu yang ‘menghalangi’ jalan masuk. Secara logika susah untuk kami melewatinya tapi… TARRAAA! Kami semua bisa melewatinya tanpa kendala berarti. Tapi kemudian saya berpikir dan membayangkan bagaimana jaman dahulu Nabi SAW harus mendaki dan melewati batu-batu seperti ini yang mungkin jaman dahulu medannya lebih berat. Plus dikejar kaum kafir pula. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad.
![]() |
| udah ngantre lama untuk foto di tempat Rasul menerima wahyu ehh blur aja gitu.. |
Jumat, 18 Juli 2014
Senja ~ Chapter 3
“Awas kalo ngintip!”
“Gimana mau ngintip, ini ikatannya kenceng begini juga.”
“Siapa tau lo bisa liat lewat celah-celah di bawah idung itu”
“Kalo ada celah, tadi aku ga akan kesandung!”
“Ihh bawel banget sih, udah nurut aja. Sekarang maju, maju
lurus tapi agak serong kiri dikiit aja.”
“Nyuruh serong segala, katanya aku jadi cowok harus setia.
Gimana sih kamu tuh gak konsisten jadi cewek.”
“Serong, miring maksudnya. Bukan serong selingkuh!” teriakku.
DUG. "Aw!"
DUG. "Aw!"
Aku tergelak, dahinya mengenai mini bar.
“Kamu nyulik aku dari kantor sore-sore gini, disuruh pake
tutup mata padahal udah jelas, kamu bawa aku ke apartmenku sendiri. Kamu tau
gak, aku lagi nyiapin laporan buat besok pagi? Data dari bagian QA baru dateng
jam 2 siang tadi. Kalo aku gak diculik-culik kaya gini, laporan itu bisa
selesai jam 8 malem ini. Aku bisa tidur nyenyak sebelum besok ketemu Pak
Menteri. Tau?”
“Kalo nanti malem kan
lo 'sibuk'.. gak bisa gue ganggu.” kataku, memberi penekanan pada kata sibuk.
“Nanti malem kan aku mau nyelesein laporan., Nona.”
“Berisik ah, nah duduk situ nah iya. Diem di situ. Tangannya
jangan gerak-gerak!”
Dia masih ingin berceloteh tapi geramanku menghentikannya.
“Sekarang buka ikatannya!”
“Happy birthday!” seruku.
Sebuah tart bertabur cha cha warna warni dengan lilin
berjumlah tiga puluh satu.
“Lo pasti lupa kalo ini hari ulang tahun lo!” kataku dengan bangga.
Dia masih terkejut. Bingung. Ahh senangnya bisa membuat dia
terbengong-bengong seperti ini. Kejutanku sukses.
“Ulang tahun aku kan
besok..” jawabnya.
“Hah?” kini giliran aku yang terkejut. Kulihat layar blackberry.
Tertera tanggal 23 Oktober. “Beneran kok tanggal dua tiga…”
Dia terpingkal-pingkal. “Baru dijailin gitu aja udah kaget…”
Aahhh…. Menyebalkan, aku terkena lagi tipuannya. Kucubit
lengannya. Kupukul bahunya.
“Nyebelin banget sih, gue udah cape-cape bikin kue kaya gini
malah dijailin..”
“Uuuh sayaangg…..” katanya tersenyum menggoda seraya
menyalakan satu persatu lilin. “Aku make a wish dulu nih ya, sebelum tiup
lilin..”
Wusss. Aku
membantunya meniup lilin. Semua lilin sudah padam. “Semoga permintaanku
terkabul ya.”
Aku mengangguk. “Sekarang potong kuenya, liat dong kue apa
ini…” kuserahkan pisau kue yang kupegang sedari tadi. Segera dia memotongnya.
“Wah rainbow cake!
Beneran ini kamu yang bikin?” tanyanya
penuh curiga.
“Iya dong, semalaman gue bikinnya tau, sampai gak tidur! Bagus kan ?”
“Bagus sih, tapi gak tau deh, enak apa enggak.”
“Berani lo bilang gak enak awas aja!” seruku sambil
mencomot cha cha berwarna merah.
“Heh, maen comot-comot aja. Itu yang merah punya aku!”
tangannya menepis cha cha merahku. Sedetik kemudian kami hening. Saling
berpandangan.
Cincin putih yang melingkar di jari manisku dan jari
manisnya berdampingan. Seolah membuyarkan kebahagiaan kami.
Ponselnya berbunyi, tanda pesan singkat masuk.
Aku segera melirik swiss
army di lengan kiri. “Udah abis waktunya, gue balik dulu ya!”
Dia masih terdiam. Kudaratkan kecupan di pipinya. “Happy
birthday ya, semoga pernikahan kamu nanti lancar.” Aku sambar kunci mobil dan segera berjalan keluar.
"Tunggu! Kalau kamu minta aku untuk batalin pernikahan ini, akan aku batalin sekarang juga."
"Tunggu! Kalau kamu minta aku untuk batalin pernikahan ini, akan aku batalin sekarang juga."
***
Sayang, kamu pulang
kerja jam berapa? Jadi kan
ya nanti malem kita rayain ulang tahun kamu. Miss you!
Langganan:
Postingan (Atom)




























